Identitasmu...

Rabu, 01 Mei 2013

Cita-Cita kita bersama untuk indonesia

cita-cita kita bersama sebagai bangsa yang besar dan memiliki keragaman budaya. Dalam kehidupan modern yang lebih demokratis, bangsa ini sudah sepantasnya bisa mengubah dirinya menjadi lebih baik. Paling tidak harus terjadi suatu proses evulosi yang secara gradual dapat menjamin seluruh warga negara hidup sejahtera, makmur dengan semangat kebersamaan serta berhasil menciptakan harmonisasi sosial yang sangat kuat.     Bangsa Indonesia, dalam pergaulan internasional harus bisa menjadikan dirinya sebagai pemangku kepentingan di tingkat regional dan global yang diperhitungkan guna mewujudkan perdamaian yang lebih stabil dan menciptakan dunia yang lebih baik.
Di tingkat dunia, para wirausahawan nasionalnya diharapkan semakin mampu dan berhasil tidak hanya bisa hidup seperti macan di kandangnya sendiri, tetapi dapat menjadi macan di Asia Tenggara, Asia Pasifik, dan menjadi macan di tingkat global. Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan menjadi sesuatu yang penting dan amat kita perlukan.
Perdagangan internasional yang mampu melipatgandakan surplus yang besar dalam neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan, juga harus kita raih. Investasinya makin tumbuh mengesankan agar negeri ini berhasil menjadi pusat produksi dan distribusi berkelas dunia. Neraca modal dan finansialnya selalu surplus sebagai pertanda bahwa iklim investasi sangat kondusif.Inovasi di berbagai bidang harus berjalan sebagai karakter penting yang harus dimiliki oleh bangsa ini guna memperkokoh daya tahan pertumbuhan ekonomi. Demokratisasi yang berhasil kita wujudkan harus semakin bermakna bagi upaya mewujudkan jiwa manusia tidak terbelenggu dalam ketergantungan yang mendalam, tetapi harus dapat menjadi modalitas untuk mengubah jalan hidup warga negara dengan usahanya sendiri.
     Indonesia yang maju, bermartabat dan beradab, secara evulosioner kita harapkan akan mampu mengentaskan kemiskinan, angka kejahatan dan kesadisan menurun, mutu kesehatan makin meningkat, angka kematian bayi berkurang, angka harapan hidup naik, dan mutu pendidikan semakin baik.
Pendidikan harus menjadi menu pilihan utama bagi siapa pun di negeri ini tanpa pilih kasih. Stabilitas politik dan keamanan adalah aspek penting lain yang amat kita butuhkan untuk menjamain agar derap maju bangsa Indonesia untuk melangkah menjadi pemangku kepentingan yang diperhitungkan di tingkat regional dan global tidak terganjal sendiri secara internal oleh sistem politik dalam negeri yang amburadul.
Di bidang hukum, menjadi tidak terelakkan lagi bahwa tumbuhnya sikap warga negara, siapapun mereka dan apapun kedudukannya, untuk taat pada aturan hukum harus tumbuh dengan subur di tengah-tengah masyarakat. Sistem hukum yang kita hadirkan harus kita yakini akan memberikan kepastian dan realitas kepemilikan aset tangible dan intangible milik negara, dunia bisnis, dan milik masyarakat.

Faktor Kepemimpinan

    Namun  Jika demikian visinya, maka tidak ada pilihan lain bahwa faktor kepemimpinan salah satu faktor  penting. Seorang presiden, gubernur, bupati/wali kota di dalam kehidupan negara yang maju dan demokratis harus kita percayakan kepada mereka yang punya visi, pragmatis, mampu membangun konsensus, memiliki kharisma, dan dapat dipercaya (John Baldoni, Great Communication Secrets OF Great Leaders).
Empat dari lima faktor tersebut ditentukan oleh kecakapan untuk berkomunikasi dalam segala tingkatan.Visi berarti mampu menetapkan arah ke mana bangsa ini akan dibawa untuk menjadikan negara maju, bermartabat, dan beradab. Mampu meyakinkan semua orang untuk mengikuti dan mendukung visi yang dibangunnya dengan cara membangun konsensus. Membangun hubungan di tingkat pribadi yang sangat cair (kharisma), dan memperlihatkan faktor kredibilitas, dengan cara melakukan apa yang para pemimpin katakan (kepercayaan). Bukan janji-janji palsu, seperti selama ini kita dengarkan dari berbagai keluhan masyarakat.
     Keragaman budaya yang bernilai tinggi bagi pemicu kemajuan peradaban harus diakomodasi dalam sistem ketatanegaraan, sistem politik dan keamanan, serta sistem sosial ekonomi untuk mewujudkan harmonisasi sosial. Berhasil mewujudkan harmonisasi sosial di tengah lingkungan yang hedonis dan konsumtif, bukan pekerjaan yang mudah. Namun, jika berhasil kita ciptakan, maka dia akan bisa menjadi sebuah role model.
     Manusia dari belahan dunia yang lain akan datang berduyun-duyun sebagai turis mancanegara untuk hanya sekadar melihat keajaiban dunia yang lain yang bersifat intangible. Beruntunglah bangsa ini memiliki pandangan hidup yang luhur, yakni Pancasila dan keberagaman budaya yang diikat dalam satu pengakuan komunal, yakni Bhinneka Tunggal Ika.

Peran Konstruktif

     Para pemimpin harus dapat memainkan peran konstruktif menuju arah yang lebih baik, yaitu Indonesia yang maju, bermartabat, dan beradab. Bangsa Indonesia secara politik dan ekonomi tidak boleh mengalami kemunduran dan kembali seperti zaman penjajahan dahulu. Kita sudah hidup dalam dunia yang lebih terbuka. Sikap yang paling bijaksana yang harus kita lakukan adalah jangan pernah merasa terancam ketika bangsa lain sudah jauh lebih maju dari kita.
Pilihannya adalah membangun kerja sama dan kerja bersama, membangun peradaban dunia yang damai, sejahtera, makmur, dan berkeadilan, dalam kerangka mengimplementasikan open door policy yang sudah kita adopsi dalam membangun Indonesia ke depan, tanpa harus mengorbankan kepentingan nasional.
Esai ini ditulis untuk menyambut tahun politik 2013 dan pesta demokrasi tahun 2014. Kita sebagai bangsa Indonesia yang berdaulat tidak boleh sembrono dan ugal-ugalan mengelola negeri ini. Kami masih mau dipimpin, tetapi yang kami kehendaki adalah calon pemimpin yang paling tidak memenuhi kriteria sebagaimana disebutkan di atas dan selalu menjunjung tinggi nilai moralitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar